Seol tidak boleh naik pesawat, ia dan Hae Young mencoba mencari penyebab kenapa ia tidak boleh meninggalkan Korea. Apakah ia melakukan kejahatan akhir-akhir ini? Seperti yang diduga, ternyata Kakek penyebab semua ini. Hae young memutuskan inilah saat untuk memulai perang, sedangkan Seol hanya mengejek bahwa ia mencoba melawan kakeknya, tetapi tidak bisa menghapus berita di internet kemarin.
Ia berpikir mereka mempunyai masalah yang lebih besar, karena ia meninggalkan surat untuk ibunya. Bila Ibu telah membaca surat itu ,maka orang yang pertama kali dicari adalah pacarnya. Hae young setuju dan mereka bergegas menuju penginapan untuk mengambil surat tersebut.


Tapi Ibu melihatnya ketika ia akan mengambil surat. Hae Young kaget, ia menundukkan kepala pura-pura berdo’a. Seol berkata ini hari libur Hae Young, jadi ia datang karena ingin membantu membersihkan penginapan. Karena mereka tahu Ibu berada di gereja, maka mereka datang menjemput. Hae Young menawarkan diri untuk membawa tas Ibu, supaya ia tidak kerepotan dan akan menaruhnya di mobil. Di luar gereja , Hae Young mencari surat dalam alkitab ibu, tetapi yang ditemukannya hanyalah amplop yang berisi uang.
Sementara itu, Pastor sedang membacakan permintaan do’a dari para jemaat. Seol dan ibunya kaget ketika Pastor membaca surat Seol dengan keras. Mereka berdua sangat malu, kemudian Ibu menyadari apa yang sedang terjadi. Seol dan Hae Young bergegas keluar gereja.


Hae Young meminta maaf dan berkata bahwa semua adalah salahnya. Ia akan bertanggungjawab dan menerima pukulan Ibu. Ibu salah paham, sambil terengah-engah ia bertanya:”Apakah kalian akan melarikan diri bersama? Apakah kau……. hamil?”
Hae Young dan Seol kaget. Mereka mencoba menyangkal, tetapi Pastor mengenali Hae Young sebagai pewaris Daehan Group. Ibu menjadi tenang. Hae young meminta mereka untuk merahasiakan identitasnya. Pastor menyuruh jemaatnya untuk merahasiakannya atas nama Tuhan. Heh, adegan ini lucu banget.


Ibu mengambil napas panjang, mereka menutup mata mengantisipasi amarah Ibu…..tapi tidak, Ibu mengatakan bahwa itu sangat romantis. Ha. Seol berkeras semua tidak seperti yang ia lihat. Tapi Hae young mengaku bahwa mereka sedang jatuh cinta. Ekspresi Seol seperti kita sedang apa?. Hae Young berkata oppa akan mengurus semuanya(\o/), berkata pada Ibu mereka saling jatuh cinta, tapi keluarga Hae young tidak menyetujui hubungan mereka.


Percakapan mereka diganggu oleh kedatangan anak buah kakek yang meminta Hae Young untuk segera pulang. Ia mengucapkan selamat tinggal dan berjanji untuk segera kembali. Seol merespon “ berapa lama segera itu?” Ibu hanya mendesah.
Hae young mencubit pipinya dan memanggilnya thumbellina kecil dan berkata”Apakah kau sudah rindu pada oppa?” Seol menjawab “Oppa?Oppa?”. Oppa disini bisa diinterpretasikan seperti oooppaaaaa…..
Yoon Ju berkomplot dengan pemimpin oposisi (yang tidak suka pada ide restorasi monarki), mereka mendiskusikan waktu yang tepat untuk membocorkan kehidupan Seol yang sederhana dan latar belakangnya yang tidak seperti putri kepada media massa.


Kakek menjelaskan bahwa semua ini bukan milik mereka. Harta yang mereka nikmati selama ini dibangun dari harta peninggalan raja terakhir. Penjelasan tersebut tidak dapat menenangkan Hae young. Ia berpikir bahwa mereka cukup mengembalikan nilai aslinya ditambah bunga.
Dengan frustasi, kakek berkata bahwa ia seperti ayahnya. Wajah Hae Young menjadi gelap ia bertanya dengan marah , ini alasan kenapa kakek tidak mengakui ayahnya lagi. Ia berteriak bahwa selama ini ia berpikir jutaaan hal buruk tentang ayahnya, berpikir apa yang telah ia lakukan sehingga ia dikucilkan oleh kakek, dan menemukan sebabnya adalah hal ini? Hae young berteriak dengan sedih ia tidak akan memenuhi keinginan kakeknya lagi, karena kakek yang membuatnya tumbuh tanpa ayah.


Hae Young pulang ke rumahnya dan mandi shower. Ia memutuskan untuk menemui pemimpin oposisi memohon bantuan untuk mencabut larangan terbang bagi Seol. Ia menjawab bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengurus sang putri, karena ia tahu selama ini putri tumbuh dalam lingkungan sederhana. Mereka memunculkan berita utama tentang identitas asli Seol dan membiarkan opini publik menentukan langkah selanjutnya.
Di rumah, Seol bangun dan menemukan Ibu sedang menyiapkan lauk untuk dibawa ke Mesir (oh, ibu.manis sekali). Ia mengingatkan Seol untuk berpamitan kepada Profesornya, Seol tersadar bahwa ia juga menulis surat untuk Jung Woo, penuh gambar hati dan wangi karena disemprot parfum.
Dengan panik ia menelponnya dan Jung Woo berkata bahwa ia menerima surat tetapi belum membacanya. Ia tersenyum manis dan terlihat agak senang. Seol berkeras agar ia tidak usah membaca surat itu. Dan bergegas ke kampus untuk menghentikannya.


Seol mencoba meminta kembali suratnya, tapi Jung Woo terlalu bahagia dan menggoda Seol bahwa ia sangat popular sampai-sampai mendapat surat dari mahasiswinya. Seol berbohong bahwa itu surat berantai. Jung Woo hanya tertawa. Seol akhirnya mengaku bahwa itu surat cinta yang memalukan, dan ia tidak tahan bertemu lagi bila ia membaca surat tersebut.
Jung Woo tersenyum, bertanya bagaimana ia berencana pergi ke Mesir, tapi ia sangat khawatir tentang apa yang ia pikir tentangnya.. Mengetahui bahwa Jung Woo telah membaca suratnya Seol merasa malu. Ia berkata pada Seol bahwa ia sangat tersentuh pada bagian ketika ia mengatakan kepadanya untuk tidak berpacaran ketika ia pergi dan menghabiskan malam-malamnya dengan memakan ramen sambil memikirkannya.
Jung woo bertanya kenapa ia tidak mau menjadi seorang putri. Seol menjawab dengan simpel bahwa ia menyukai hidupnya yang sekarang. Ia tidak mau semua rahasianya ditata atau mempunyai anti-fan. Ia menambahkan bahwa kakaknya Dan akan menjadi ketua dari anti-fannya.


Cerita ini memenuhi semua berita. Hae Young datang dan melihat berita TV di kantornya. Wajahnya memucat mengetahui isi beritanya. Ia bergegas berlari mencari Seol.
Tapi ketika Seol menjawab telponnya, Seol sedang sibuk melarikan diri dari kejaran wartawan. Dan hanya bisa memberitahu Hae Young kalau ia sedang di kampus kemudian menutup telpon.
Ia bergegas menyusul Seol ke kampus dan berjalan di lorong melewati wartawan dengan cueknya untuk menemui Seol. Jung Woo membukaan pintu. Mereka saling menatap dengan dingin.
Hae Young menatap dengan rasa tidak suka, mendorong Jung Woo ke samping untuk sampai ke tempat Seol. Seol maju dan berteriak bahwa ia tidak punya alasan untuk mendorong Jung Woo. Tapi kemarahan Hae Young meledak dan ia menarik pergelangan tangan Seol menuju ruang yang lain.




Seol benar-benar kagum pada Jung Woo, ketika Hae Young menatapnya dengan tidak percaya bahwa ia bercerita kepada orang lain tentang rencana rahasianya ke Mesir. Whoops….Seol:” Um. Suratnya datang lebih cepat dari yang kukira.”. Hae Young tidak percaya ia telah menulis surat yang lain.
Hae Young bertanya apa yang ia tulis kali ini. Tapi Jung Woo maju membela Seol:” Jangan khawatir tentang isinya. Itu hanyalah surat cinta yang manis.”. Oh snap. Satu angka untuk Profesor. Tapi Hae Young tetap menjadi pahlawan, saat orang-orangnya datang, menghalangi wartawan dan membuat jalan untuk mereka.


Hae Young mempercayakan padanya untuk tinggal dan mengurus kekacauan yang terjadi. Menambahkan untuk kepentingan Jung Woo bahwa ia mengenal Yoon Ju lebih dalam daripada mengenal dirinya sendiri. Jung Woo heran melihatnya pada kapasitas ini, bukankah ia bisa menyuruh orang lain, kenapa harus datang sendiri.
Hae young dan Seol berkendara pergi, mereka saling melepaskan frustasinya satu sama lain. Hae Young berpikir bahwa mereka harus menunggu sampai larangan terbang dihapuskan, tapi Seol berkata bahwa keadaannya sekarang sudah berubah.. Sekarang seluruh negeri sudah tahu bahwa ia seorang putri., terus bagaimana cara mereka melarikan diri ke Mesir sekarang? Mereka berhenti di pom bensin. Seol berusaha menyembunyikan wajahnya dan Hae Young mengatakan bahwa ia malah menarik perhatian. Seol:” Ketika aku menyembunyikan wajahku, apakah aku masih terlihat cantik?”
Salah seorang petugas mengenalinya dan mereka dikerumuni banyak orang yang ingin melihat. Orang-orang Hae Young datang untuk mengendalikan keadaan. Mereka melarikan diri. Hae Young mengarahkan mobil menuju ke laut. Seol mulai tertidur, maka ia menghentikan mobil dan beristirahat sejenak.. Seol terbangun dengan jaket yang menyelimutinya. Hae Young tertidur.




Perut Seol berbunyi. Hae Young tersenyum manis padanya bertanya apakah ia lapar. Bertindak seperti oppa yang sesungguhnya. Mereka pergi ke restoran tepi pantai dan senang karena tidak ada yang mengenali mereka.


Di TV sedang menyiarkan berita. Pelayan mengumumkan kepada para pengunjung bahwa mereka harus memilih pro monarki, karena ia mendapat pekerjaan di istana yang baru, bila monarki jadi dipulihkan. Acara TV berikutnya menceritakan tentang ayah Seol, dimana hari-harinya dihabiskan dalam keadaan menganggur, miskin dan melakukan tindak kriminal kecil. Hae Young sadar bahwa ini adalah modus penyerangan yang tersirat ketika ia bertemu dengan pemimpin oposisi yang berwajah masam.
Orang-orang di restoran mulai bergosip dan menyebut ayah Seol pencuri yang membuat Seol berdiri dan berkeras bahwa mereka salah. Air mata kemarahan menggenang di matanya. Orang-orang di restoran memandang dengan terkejut. Hae Young menarik Seol keluar sebelum ia menarik perhatian yang lebih banyak.


Seol berencana meminta bantuan Kakek untuk membersihkan nama ayahnya. Hae Young bertanya apa yang akan dia lakukan apabila yang diberitakan itu benar. Ayahnya melarikan diri dan menelantarkan putrinya, apa yang tidak ia lakukan.


Kakek dan pengawalnya datang, ia memberitahu Seol bahwa ini saatnya untuk menyapa negara sebagai seorang putri. Ia bertanya apakah ia memiliki hak, semua mengangguk. Kakek mengingatkan bahwa ia sudah menjadi seorang putri. Ia hanya harus memutuskan untuk ikut dengan kakek. Ia melirik Hae Young. Matanya mengatakan apa yang ada dalam benaknya: maaf. Seol masuk kedalam mobil. Meninggalkan Hae young yang berdiri di jembatan.


Source: (thanks and credits)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar