Desember 15, 2010

Sinopsis Playful Kiss Episode 13

Tuan Yoon mempersilahkan Seung Jo duduk. He Ra tersenyum dan berkata, "Kau tidak perlu kaget begitu. Aku juga tidak menyangka bahwa kau adalah calon yang di pilihkan oleh Kakekku. Pada mulanya aku tidak ingin mengikuti pertemuan pernikahan yang di buat oleh Kakekku ini bahkan aku selalu menolaknya tapi karenamu sekarang aku pasti terlihat memalukan di depan Kakekku." Tuan Yoon berkata, "Aku tidak menyangka kau dan He Ra ternyata sudah saling mengenal." Seung Jo berkomentar, "Ya kami teman satu kelas dan satu angkatan juga."

Tuan Yoon berkata, "Pada mulanya aku kebingungan karena bisa mengajak dia ke acara pertemuan ini dengan begitu mudah. Sepertinya kau dan He Ra memang berjodoh. Kalau begitu mari kita makan bersama, He Ra tolong kau yang memilihkan makanannya. Seung Jo kau juga silahkan pilihlah makanan yang kau sukai." He Ra tiba-tiba berkomentar, "Seung Jo tidak suka makanan berminyak. Seung Jo bagaimna menurutmu dengan paket makanan ini? Porsinya tidak terlalu banyak, bagaimana?" Seung Jo menjawab, "Kelihatannya enak."

Tuan Yoon melihat tingkah He Ra dan Seung Jo, dan dia berkomentar, "Ya ampun sikap kalian ini seperti sudah menikah saja." He Ra tertawa senang sementara Seung Jo kebingungan. Tuan Yoon berkata, "Maafkan aku jika mengangguk kenyamanan kalian maka aku akan pergi dahulu." He Ra bertanya, "Apa Kakek ada urusan lain?" Tuan Yoon menjawab, "Kau pikir aku ini tidak punya perasaan?" (Maksud omongan Tuan Yoon itu "Apa kau pikir Kakek tidak punya perasaan untuk tetap disini dan membuat kalian berdua merasa terganggu karena kehadiran Kakek?")



Ibu Seung Jo pulang dengan terburu-buru dan Ha Ni bertanya, "Ada apa?" Ibu Seung Jo justru balik bertanya, "Dimana Seung Jo?" Ha Ni menjawab, "Dia tadi pergi katanya ada pertemuan. Dia memakai pakaian yang sangat rapih dan langsung pergi. Ada apa?" Ibu Seung Jo menatap Ha Ni sedih.



Seung Jo dan He Ra pergi ke taman dan Seung Jo membelikan minuman untuk He Ra. He Ra bertanya, "Kau pasti terkejut?" Seung Jo menjawab, "Ya. Sedikit." He Ra berkata, "Kau sepertinya berhasil membuat Kakekku senang. Ini pertama kalinya dia mendatangiku untuk memperlihatkan foto seorang pria. Aku awalnya melihat foto itu dengan tidak peduli tapi dia bilang bahwa pria itu adalah pewaris perusahaan Game yang terkenal. Dan saat aku melihat foto pria itu ternyata itu kamu. Jadi kenapa aku tidak datang jika pria itu adalah kamu? Aku pikir ini menyenangkan. Aku sangat ingin tau ekspresimu."

Seung Jo tersenyum dan bertanya, "Lalu bagaimana?" He Ra menjawab, "Hmm ekspresimu... ya begitulah." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Jika perusahaanku ingin didanai oleh Kakekmu itu berarti aku harus menikah denganmu?" He Ra menjawab, "Ya mungkin saja... Tapi pasti kau tidak mau. Bukankah begitu?" Seung Jo berkata, "Aku pikir kau yang tidak akan menyukai hal ini."



Seung Jo sedang minum air lewat keran dan He Ra menganggunya sehingga air itu mengenai Seung Jo. Seung Jo pun melakukan hal yang sama pada He Ra dan mereka tertawa. Seung Jo lalu berkata, "Saat ini... Perusahaan kami sedang krisis bahkan tidak bisa membayar pegawai. Karena itu aku sengaja datang ke pertemuan ini agar Tuan Yoon mau menginvestasikan dananya pada perusahaan. Tapi karena orang itu adalah kau maka aku merasa lega. Tapi apa kau tidak membenci ini?" He Ra berkomentar, "Hmm aku tidak percaya bisa mendengar kata-kata itu dari Baek Seung Jo." Seung Jo berkata, "Benarkah? Hidup ini sungguh sulit. Bukan sebatas permainan biasa saja."

He Ra berkata, "Tapi.. aku datang ke pertemuan ini karena tau itu adalah kau. dan kau merasa lega karena perempuan itu adalah aku dan ya aku tau alasanmu datang. Sebenarnya aku tau alasanmu ini dan aku merasa harga diriku terluka dan tidak ingin datang tapi... entahlah aku tiba-tiba saja ingin datang. Bukankah ini terlihat seperti aku sangat menyukaimu? Tapi tenang saja. Walaupun keadaan ini terlihat nyata tapi aku tidak ingin sejauh itu. Jadi ayo kita ambil kesempatan satu sama lain ini. Ayo kita coba..." Seung Jo kelihatan bingung tapi dia menjawab, "Hmm baiklah. Aku pikir itu bagus." He Ra tentu sangat senang mendengar hal itu karena itu artinya Seung Jo mau mencoba berhubungan dengannya.



Ibu Seung Jo tau mengenai pertemuan Seung Jo dan cucu Tuan Yoon. Dia menceritakan semuanya pada Ha Ni dan meminta Ha Ni agar sabar dan menerimanya. Ibu Seung Jo berkata, "Tenang saja, perempuan itu pasti hanya melihat ketampanannya dan jika perempuan itu tau sikap asli Seung Jo maka dia akan meninggalkannya. Seung Jo itu dingin, tidak manusiawi, dan tidak bersikap baik pada perempuan. Jadi tenang saja."

Ha Ni bertanya, "Lalu bagaimana dengan keadaan Bapa Seung Jo?" Ibu Seung Jo menjawab, "Dia saat ini sudah membaik."



Seung Jo pulang ke rumah dan ibunya mengajak Seung Jo untuk berbicara namun Seung Jo menolak dan bilang bahwa Ibunya itu harus cepat pergi ke rumah sakit untuk menemani Bapanya. Seung Jo langsung pergi ke kamarnya dan Ibu Seung Jo berkata pada Ha Ni, "Kau lihatkan sikapnya yang angkuh itu? Sepertinya hanya kau yang dapat mengontrolnya jadi tetap kuat, mengerti?"



Ha Ni berjalan menuju kamarnya dan melihat Seung Jo. Ha Ni bertanya, "Kau pulang cepat?" Seung Jo balik bertanya, "Kenapa? Tidak boleh?" Ha Ni hanya berkata, "Maaf. Ah kau selesai datang dari acara petemuan perjodohan?" Seung Jo menjawab, "Ya." Ha Ni bertanya, "Bagaimana itu?" Seung Jo balik bertanya, "Apa kau tau siapa itu?" Ha Ni menjawab, "Ya. He Ra. Dia adalah cucu dari pemilik Windy Media yang akan menginvestasikan dananya pada perusahaan game Bapamu."

Seung Jo berkata, "Ya. Bukankah itu bagus?" Ha Ni sedih dan bertanya, "Apa.. Apa kau akan menikah dengannya?" Seung Jo menjawab, "Hmm menikah? Mungkin. Bukankah biasanya setelah ada perjodohan maka akan ada pernikahan?" Seung Jo langsung masuk ke kamarnya.



Ha Ni sangat sedih mendengar hal itu dan dia terjatuh. Dia menangis dan diam-diam Eun Jo melihat hal itu. Sementara itu Seung Jo diam di dalam kamarnya dan memikirkan hal yang tadi dia katakan pada Ha Ni.



Ha Ni pergi ke kampus dengan lesu. Joo Ri dan Min Ah melihat Ha Ni lalu memanggil Ha Ni. Joo Ri bertanya pada Min Ah, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Min Ah menjawab, "Mungkin."

Min Ah bertanya, "Ha Ni... Kenapa kau sedih?" Joo Ri ikut bertanya, "Apa karena Baek Seung Jo lagi?" Min Ah juga bertanya kembali, "Apa kau di pecat dari perusahaannya?" Ha Ni emnajwab, "Tidak. Aku bilang bahwa aku sedang sakit dan meminta libur." Joo Ri berkata, "Kau sedang skait ternyata." Min Ah menyarankan agar Ha Ni ke rumah sakit saja jika memang sedang sakit. Ha Ni menyentuh dadanya dan berkata, "Ini... Terasa sakit disini." Joo Ri kebingungan, "Hmm kenapa?" Ha Ni menjawab, "Karena akan ada pernikahan."

Joo Ri dan Min Ah sama-sama kaget dan bertanya, "Pernikahan? Mungkinkah Baek Seung Jo? Dengan siapa?" Ha Ni menajwab, "Yoon He Ra." Min Ah bertanya, "Kenapa bisa tiba-tiba dengan dia?" Ha Ni menjawab, "Ini perjodohan. Kakek He Ra adalah salah satu investor yang akan menginvestasikan dananya ke perusahaan Bapa Seung Jo." Joo Ri berkomentar, "Ya ampun. Ternyata He Ra bukan gadis biasa." Min Ah memukul Joo Ri dan bertanya pada Ha Ni, "Lalu apakah mereka akan menikah?" Ha Ni menjawab dengan sedih, "Ya. Dia bilang ini bukan ide yang buruk. Ini pertama kalinya aku mendengar Seung Jo berkata seperti itu." Joo Ri berkomentar, "Kalau begitu bagus. Kau harus bisa melupakan Baek Seung Jo! Dan kau bisa menemukan laki-laki yang lebih baik!"



Seung Jo sedang di ruangannya dan Manager bertanya, "Hmm bagaimana pertemuan kemarin dengan cucu Tuan Yoon?" Seung Jo menjawab, "Baik." Manager berkata, "Aku dengar kalian sudah saling mengenal. Tuan Yoon sepertinya snagat menyukai anda jika menjadi mempelai pria untuk cucunya." Seung Jo tidak suka masalah itu terus di bahas makanya dia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, "Apa power point itu sudah selesai?" Manager menjawab, "Sedang di persiapkan. Baiklah aku permisi pergi."



HP Seung Jo berbunyi dan ada SMS dari He Ra yang berbunyi, "Walaupun kau sibuk tapi kau harus tetap makan. Semangat! Bersikap seperti pacamu." Seung Jo menutup HPnya dan meletakan di atas meja. Tapi dia langsung mengambil HPnya kembali.



Ha Ni dan Min Ah sedang ada di perpustakaan dan HP Ha Ni berbunyi yang membuat semua orang melihat ke arahnya. Ha Ni sendiri tidak menyadari HPnya itu berbunyi. Min Ah berkata, "Ha Ni ada sms." Ha Ni membuka HPnya dan ternyata itu SMS dari Seung Jo yang berbunyi, "Tampaknya kau mengambil cuti. Aku akan memotong gajihmu!" Ha Ni sedih dan langsung menunduk. HP Ha Ni lagi-lagi berbunyi dan semua orang langsung melihat ke arahnya.



Ternyata telfon ke HP Ha Ni itu berasal dari Joon Gu. Joon Gu membuat Mie special untuk Ha Ni dan Ha Ni memuji Mie buatan Joon Gu yang sangat enak. Joon Gu senang dan bilang bahwa mie buatan dia khusus di buat untuk Ha Ni. Ha Ni berkata, "Kau keren Bong Joon Gu. Kau sudah siap menjadi koki hebat." Joon Gu senang dan berkata, "Bagaimanapun juga aku ingin kau yang pertama mencoba mie yang aku buat. Sebelum aku mulai memasaknya, aku mencuci tanganku dan menenangkan hatiku. Aku meletakan semuanya di mangkok itu."

Ha Ni bertanya, "Siapa aku ini hingga kau melakukan semua ini padaku?" Joon Gu menjawab, "Siapa dirimu? Kalau bukan karena kau maka aku tidak akan mau mencuci wajahku. Itu benar. Karena aku tidak tau kapan kau akan datang maka aku berpakaian rapih setiap hari, menata rambutku, dan tekun belajar memasak. Secara singkat, Ha Ni kau adalah alasanku untuk hidup." Ha Ni tersenyum dan berkata, "Terima kasih. Karenamu aku merasa special. Dan Mie ini sangat enak. Kau sungguh keren Joon Gu."

Joon Gu lalu berkata, "Jika begitu seharusnya kita pergi kencan lain waktu. Akan bagus jika kita pergi kencan bersama..." Ha Ni tersenyum dan berkata, "Baiklah ayo kita lakukan. Mari pergi kencan." Joon Gu merasa tidak percaya sekaligus senang, "Hmm benarkah? Kencan? Kencan? Terima kasih Ha Ni! Kapan kita akan pergi bersama untuk kencan?"



Seung Jo pergi sarapan dan dia tidak melihat Ha Ni makanya dia bertanya pada Eun Jo, "Dimana Oh Ha Ni?" Eun Jo menjawab, "Dia pergi kencan. Dia benar-benar mempersiapkan dirinya bahkan dia memakai mantel merah dan sepatu merah. Benar-benar merah." Seung Jo berkomentar, "Benarkah? Sepertinya dia pergi bertemu dengan laki-laki yang seleranya aneh." En Jo hanya diam melihat kakaknya itu.



Joon Gu datang ke tempat Game Center dan dia sangat bersemangat saat melihat Ha Ni. Ha Ni bertanya, "Kau datang lebih awal?" Joon Gu menjawab, "Hmm aku baru disini 3 jam saja." Ha Ni kaget mendengar itu dan bertanya, "Apa jamku salah?" Joon Gu menjawab, "Tidak. Aku terus melihat Jamku tapi sepertinya tidak bergerak terus jadi aku memutuskan untuk pergi duluan saja. Kau ternyata benar-benar datang dan aku sangat tersentuh seperti mau mati. Dan Ha Ni kau sangat cantik hari ini."

Ha Ni tersenyum dan bertanya, "Kemana kita akan pergi pertama?" Joon Gu menjawab, "Hal pertama... ayo menonton film. Aku selalu mengharapkan bisa menonton bersamamu." Ha Ni berkata, "Aku juga... Ah ini film yang sedang aku ingin tonton." Joon Gu senang dan berkata, "Benarkah? Kalau begitu ayo kita masuk dan ah apa kau ingin membeli pop corn?"



Selesai menonton. Mereka berjalan-jalan bersama dan saing berebut tas. Joon Gu imgin membawakan tas Ha Ni dan akhirnya dia berhasil merebut tas Ha Ni dan membawakannya. Lalu mereka makan bersama dan Joon Gu yang menatanya lalu menyuapi Ha Ni. Kemudian mereka pergi ke toko topi dan toko kacamata dan bermain baseball.



Lalu mereka berjalan-jalan di taman dan mengambil beberapa bunga. Joon Gu sangat senang dan menyelipkan bunga itu di rambut Ha Ni. Joon Gu melihat ada tukang foto dan meminta agar mereka berdua di foto bersama.



Tuan Yoon datang ke Rumah Sakit tempat bapa Seung Jo di rawat dan dia mengatakan maksud agar Seung Jo menikahi He Ra. Tentu saja yang paling kaget mendnegar hal ini adalah Ibu Seung Jo. Tuan Yoon berkata, "Aku dengar bahwa mereka masuk ke Universitas Parang dengan peringkat 1 dan 2. Dan saat SMA juga mereka sudah pernah bertemu dalam pertandingan Tennis. Bukankah ini artinya mereka berjodoh?" Ibu Seung Jo berkata, "Jika kau berfikir seperti itu maka setiap pasnagan itu di turunkan dari surga. Jadi..."

Bapa Seung Jo menyela ucapan istrinya dan berkata, "Tapi mereka ini masih sekolah. Bagaimana jika mereka menyelesaikan sekolahnya dahulu?" Tuan Yoon menjawab, "Bisakah mereka seperti itu? Hmm aku pikir mereka bisa melanjutkan sekolahnya di luar negeri. Jika mereka berdua menikah, pikirkan lah bakat-bakat yang akan ada di anak mereka. Melakukan bisnis dengan segala hal. Aku sudah meneliti dan berfikir bahwa manusia adalah faktor terpenting. Satu orang pintar bisa melakukan pekerjaan 100 orang. Untuk sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah dana investasi."



Seung Jo dan He Ra pergi kencan dan mereka menonton pertunjukan badut di taman. Seung Jo melihat ada yang sedang bermain bulu tangkis dan dia jadi teringat Ha Ni yang pernah marah-marah dan memukul-mukulkan raket tennisnya. Saat Ha Ni marah-marah tiba-tiba terdengar tepuk tangan yang berasal dari Seung Jo dan Eun Jo yang berkata, "Itu sangat menghibur. Lanjutkanlah." Ha Ni kesal dan langsung menutup pintu kamarnya.

Pertunjukan badut selesai dan semua bertepuk tangan kecuali Seung Jo yang sedang melamun.



Ha Ni sedang berjalan bersama dengan Joon Gu. Ha Ni bilang bahwa dia akan meneraktir Joon Gu makan malam namun Joon Gu menolaknya karena seorang pria lah yang harus membelikan makan malam. Ha Ni tersenyum lalu bilang bahwa hari ini sangat menyenangkan dan film yang tadi mereka tonton juga sangat menyenangkan. Joon Gu juga senang dan berkata, "Hari ini sangat menyenangkan dan menjadi hari terbaik dalam hidupku."

Ha Ni berhenti berjalan dan tersenyum. Joon Gu berkata, "Ha Ni senyummu adalah yang terbaik di dunia ini. Jika aku bisa melihat senyummu setiap hari maka mungkin aku sangat kenyang walaupun aku tidak makan." Ha Ni hanya tertawa dan terus menatap Joon Gu. Joon Gu kebingungan dan bertanya, "Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?" Ha Ni menggelengkan kepalanya. Joon Gu kembali bertanya, "Lalu apakah aku terlihat aneh?" Ha Ni menggelengkan kepalanya lagi dan menjawab, "Terima kasih. Kamu benar-benar orang yang sangat baik. Aku tau kalau kau orang baik tapi... aku benar-benar baru merasakannya belakangan ini." Joon Gu menggaruk kepalanya karena malu lalu mengajak Ha Ni pergi ke Sungai Han.



He Ra dan Seung Jo juga pergi ke sebuah Cafe dekat sungai Han. He Ra sangat senang dan bilang bahwa Sungai Han sangat indah. Seung Jo berkomentar, "Ya kau benar." He Ra menghampiri Seung Jo dan bertanya, "Pikiranmu sedang tidak disini, bukan? Ah bagaimana dengan perkembangan Game-mu? Kakekku bilang bahwa idemu itu sangat bagus sekali." Seung Jo menjawab, "Tidak juga. Aku hanya akan membuat sesuatu yang berbeda. Mungkin lebih dari 3D. Seperti animasi." He Ra memuji ide Seung Jo itu karena ide itu memang sangat bagus sekali.

Mereka membicarakan mengenai Game terbaru yang akan di buat oleh Seung Jo dan He Ra berkata, "Pantas saja jika Kakekku sangat menyukaimu." Seung Jo hanya terdiam dan meminum kopinya.



Joon Gu dan Ha Ni berjalan menuruni tangga dan Joon Gu berkata, "Ha Ni ayo lihat Sungai Han ini." Ha Ni berkomentar, "Wow bagus sekali." Joon Gu melihat sebuah bangunan dekat Sungai Han dan dia bertanya, "Hmm Ha Ni bangunan apa itu?" Ha Ni menjawab, "Sepertinya Cafe." Joon Gu lalu berkata, "Bagaimana jika kita kesana? Ayo Ha Ni."

Joon Gu dan Ha Ni berjalan menaiki tangga Cafe itu. Joon Gu berkata, "Ini pertama kalinya aku menuju ke cafe seperti ini. Jika aku tidak mengenalmu mungkin aku tidak akan pernah kemari." Ha Ni bertanya, "Kau menyukainya?" Joon Gu menjawab, "Tentu saja aku menyukai hari ini. Ha Ni ini dingin sekali kau seharusnya memakai pakaian lebih tebal."

Di saat yang sama Seung Jo dan He Ra sudah mau pergi dari Cfe dan mereka bertemu dengan Ha Ni dan Joon Gu. Seung Jo bertanya, "Apa kalian sedang kencan?" Joon Gu menjawab, "Apa kau tidak bisa melihatnya hah? Ah sepertinya kau dan He Ra juga sedang menikmati waktu yang menyenangkan ya." Seung Jo berkata, "Ya menyenangkan." Ha Ni diam saja mendnegar kata-kata Seung Jo. He Ra lalu berkata, "Sepertinya Seoul ini kecil ya sehingga kita bisa bertemu disini." Ha Ni berkata, "Ya aku juga heran."

He Ra merangkul lengan Seung Jo dan berkata, "Kalian mau bergabung dengan kami? Kami mau pergi ke bar Jazz. Tempatnya sangat santai." Seung Jo berkata, "Untuk apa? Akan menyebalkan jika ada mereka. Kalian berdua seharusnya pegrgi ke tempat seperti taman bermain saja. Bukankah itu lebih cocok untuk kalian?" Joon Gu kesal dan berkata, "Hey apa maksudmu hah? Aku dan Ha Ni juga memiliki telinga dan bisa mendengarkan music dengan baik." Ha Ni menahan Joon Gu dan berkata, "Seung Jo kau benar. Joon Gu ayo kita pergi ke tempat lain saja."



Saat Ha Ni dan Joon Gu akan pergi, Seung Jo berkata, "Oh Ha Ni... Kalian berdua sangat serasi." Ha Ni jelas sedih mendengar hal itu. Joon Gu berkomentar, "Benarkah kamu serasi? Ah kau dan He Ra juga serasi karena kepribadian kejam kalian sangat cocok." Ha Ni menarik Joon Gu dan mengajak Joon Gu segera pergi saja.

Setelah Joon Gu dan Ha Ni pergi, He Ra melihat Seung Jo yang terlihat sedih.



Ha Ni dan Joon Gu berjalan bersama di pinggir pantai dan Ha Ni terlihat sedih. Joon Gu berkata, "Ha Ni..." Ha Ni tersadar dari lamunannya dan langsung tersenyu, "Ah sangat indah sekali pemandangan sungai Han ya." Joon Gu juga berkata, "Ya sangat cantik." Ha Ni tersenyum dan berkata, "Terima kasih sudah membawaku kemari."

Joon Gu terlihat gugup dan dia menuruni beberapa tangga lalu berkata, "Menikahlah denganku! Yang aku katakan... Menikahlah denganku." Ha Ni yang mendengar hal itu sangat kaget.



Seung Jo dan He Ra pergi dari cafe dan Seung Jo membukakan pintu mobil untuk He Ra. He Ra tertawa dan Seung Jo bertanya, "Hmm ada apa?" He Ra menjawab, "Apa kau tidak punya tangan? Mungkin kau akan mengatakan seperti itu jika aku Ha Ni. Mengapa kau begitu kasar pada Ha Ni?" Seung Jo kebingungan menjawabnya, "Karena..." He Ra tertawa dan berkata, "Apa aku aneh?Aku merasa lebih senang jika kau juga bertindak kasar seperti itu padaku." Seung Jo hanya tersenyum.



Ha Ni sedang duduk di kamarnya dan memikirkan kata-kata Joon Gu tadi, "Maukah... Maukah kamu menikah denganku? Aku selama ini selalu memperhatikanmu dan kau memperhatikan Seung Jo. Hal ini sudah terjadi 4 tahun. Tentu saja aku akan menunggumu tapi... Baek Seung Jo sudah memiliki orang lain. Kita berdua sama-sama memperhatikan seseorang. Kita hentikan saja ini dan mulai saling melihat Ha Ni. Yang kau perlu lakukan hanya menatapku karena aku ada disini. Ha Ni... Ayo kita menikah."

Kembali ke Ha Ni yang sedang duduk di dalam kamarnya. Ha Ni melihat foto kelulusan dia bersama Seung Jo dan dia berfikir, "Hmm sepertinya dia akan pulang malam. Apa yang sedang dia lakukan saat ini? Hmm Jazz Bar? Pasti menyenangkan. Aish kenapa aku memikirkan Baek Seung Jo lagi?" Ha Ni langsung naik ke tempat tidurnya dan menutup dirinya dengan selimut.



Seung Jo pulang ke rumah dan melihat ibunya yang sedang duduk di tangga dan bertanya, "Jam berapa sekarang?" Seung Jo menjawab dengan santai, "Hmm jam 11." Ibu Seung Jo marah, "Apa yang kau lakukan hingga larut malam begini baru pulang? Kamu pergi ke acara perjodohan tanpa memberi tahu keluargamu terlebih dahulu. Lalu sekarang kau pergi kencan dengannya? Apa yang sedang kau rencanakan hah?"

Ha Ni keluar dari kamarnya dan mendengar omongan Ibu Seung Jo dan Seung Jo. Ibu Seung Jo berkata, "Bapamu baik-baik saja lalu mengapa kau mengambil keputusan ini?" Seung Jo menjawab, "Aku tidak melakukan ini demi Bapa." Ibu Seung Jo berkata, "Kau tidak jujur! Kamu melakukan ini demi perusahaan Bapamu!" Seung Jo berkomentar, "Aku? Tidak mungkin! Ibu tau kan bagaimana sifatku."

Ibu Seung Jo bertanya, "Lalu apa alasanmu menemui cucu Tuan Yoon hah?" Seung Jo melihat ke atas sesaat lalu menjawab, "Ibu benar-benar ingin tau? Itu karena aku menyukai cucu Tuan Yoon." Ha Ni mendengar itu dan sangat kaget. Ibu Seung Jo berkata, "Itu alasan yang tidak masuk akal!" Seung Jo tidak mempedulikan ibunya dan langsung naik tangga menuju kamarnya.



Ha Ni mendengar suara Seung Jo naik ke tangga dan dia pun langsung berlari seolah-olah baru keluar dari kamarnya. Ha Ni berkata, "Kau pulang larut malam?" Seung Jo balik berkata, "Dan kau pulang cepat? Kalian berdua cocok." Ha Ni berkata, "Ya benar. Aku sangat menikmati kencan yang menyenangkan dan Joon Gu sangat baik. Tidak seperti seseorang yang selalu jahat padaku. Aku menyukainya." Seung Jo berkomentar, "Baguslah. Semoga kau sukses." Seung Jo langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras.



Seung Jo masuk kamarnya dan langsung bersender ke pintu kamar. Eun Jo belum tidur dan dia heran melihat sikap Kakaknya itu.



Ha Ni menceritakan masalah lamaran Joon Gu ini pada Min Ah dan Joo Ri. Tentu saja reaksi mereka berdua sangat kaget mendengar hal ini. Joo Ri berkomentar, "Wow Bong Joon Gu sangat hebat." Min Ah bertanya, "Lalu apa yang akan kau katakan padanya?" Ha Ni menjawab, "Hmm aku tidak mengatakan apapun. Aku tau Joon Gu sangat baik, tapi... Aku tidak punya perasaan apapun padanya. Bahkan saat aku mendapatkan lamaran itu... Aku sedikit terkejut tapi sekarang aku sudah merasa tenang."

Min Ah berkata, "Hey mana ada orang yang begitu memperhatikanmu seperti Joon Gu!" Joo Ri juga berkomentar, "Yeah dia benar. Jujur saja ya dari pada Seung Jo, kau akan lebih baik jika bersama Joon Gu saja." Ha Ni terdiam memikirkan Seung jo dan He Ra. Joo Ri berkata, "Lagi pula Seung Jo dan He Ra akan segera menikah juga." Min Ah berkomentar, "Ya benar. Kali ini kau pikirkan baik-baik tentang Joon Gu. Dia ini selalu memikirkanmu selama 4 tahun. Kau mungkin lebih mengerti perasaannya. Kau mengerti maksudku kan?" Ha Ni menjawab, "Ya aku mengerti."



Seung Jo dan He Ra pergi ke toko olah raga dan Seung Jo mencoba beberapa jaket. He Ra bertanya pada Seung Jo, "Menurutmu baju yang lebih bagus yang mana? Yang putih atau pink?" Seung Jo menjawab, "Yang putih." He Ra senang dan berkata, "Ya aku pikir ini lebih bagus." Lalu mereka membayar belanjaan di kasir dan Seung Jo lah yang membayarnya.

He Ra lalu berkata, "Karena kau sudah meneraktirku ini maka aku akan meneraktirmu makan malam. Aku tau tempat yang enak."

Ha Ni sedang berjalan sendirian dan dia berfikir, "Orang bersamaku bukan Baek Seung Jo melainkan Joon Gu. Meski aku tidak tertarik padanya tapi dia menyenangkan sperti keluarga sendiri." Ha Ni menabrak seorang pria dan tasnya terjatuh. Lalu ada yang mengambil tas Ha Ni dan itu adalah He Ra yang baru keluar dari toko olah raga bersama Seung Jo.

He Ra berkata, "Kau ada disini? Ah kamu mau makan bersama." Seung Jo berkata, "Kau mau ikut?" Ha Ni diam saja dan He Ra pun mengajak Ha Ni untuk bergabung makan bersama dia dan Seung Jo. Tiba-tiba Seung Jo berkata kejam, "Jangan menganggap bahwa aku sedang memohon padamu untuk ikut makan bersama!" Seung Jo langsung berjalan pergi disusul dengan He Ra yang menggandeng lengan Seung Jo.



Di Restaurant, Joon Gu sedang melihat foto ia bersama Ha Ni dan Papah memarahi Joon Gu yang sejak tadi hanya melihat foto itu saja. Seung Jo, He Ra dan Ha Ni datang ke Restaurant itu dan He Ra baru tau kalau Restaurant itu milik keluarga Ha Ni. Papah bertanya pada Seung Jo, "Ah kau datang bersama temanmu?" Joon Gu menjawab, "Apa itu teman? Mereka ini akan segera menikah." Papah kaget mendengar hal itu. He Ra basa basi bilang bahwa dia tau Restaurant Papah ini dari internet makanya datang kemari.

Joon Gu menyajikan makanan untuk He Ra, Seung Jo dan Ha Ni. HeRa melihat makanan itu dan bilang bahwa makanannya sangat cantik dan sagat sayang jika di makan. Joon Gu berkomentar, "Koki(Papah Ha Ni) membuat sesuatu yang special karena kedatangan kalian." Papah berkata, "Ya jika Seung Jo datang bersama temannya maka kalian adalah tamu VIP. Silahkan makan"



He Ra memakan Mie-nya dan Joon Gu langsung berkata, "Bukan begitu caranya. Kau harus menuangkan minyak ini terlebih dahulu, mengaduknya lalu kau bisa memakannya." Ha Ni berkomentar, "Oh seperti itu? Bahkan aku pun tidak tau cara memakannya yang benar." Joon Gu tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa. Banyak orang yang tidak mengetahui hal itu. Makanlah yang banyak." Joon Gu pergi ke dapur dan He Ra berkomentar, "Dia membuat penilaianku berubah."

Seung Jo tiba-tiba berkata, "Kau pasti bahagia Oh Ha Ni karena memiliki kekasih yang tahu banyak hal." Ha Ni dan He Ra sama-sama kaget mendengar hal itu. He Ra berusaha menghilangkan ketegangan dan berkata, "Ah aku tidak begitu hebat memegang sumpit jadi kau tidak boleh menertawakan aku." He Ra menyuapi Seung Jo dan Ha Ni hanya bisa terdiam menatap Seung Jo. He Ra berkata, "Ha Ni kenapa kau terus melihat Seung Jo seperti itu? Jika kau seperti itu terus wajah Seung Jo bisa terjatuh." Papah diam-diam melihat hal itu juga.



Seung Jo melakukan persentasi mengenai permainan yang akan di buat oleh perusahaan. Tuan Yoon tentu sajasenang melihat itu dan memuji Seung Jo, "Wow ini sangat hebat. Walaupun ini sulit tapi ternyata kau bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan begitu cepat." Seung Jo tersenyum dan berkomentar, "Ah tidak. Ini semua berkat karyawan yang bekerja hingga larut malam."

Persentasi selesai dan Tuan Yoon berkata, "Kau sangat bekerja keras. Haruskah aku menelfon He Ra untuk mengajak He Ra makan bersama kita?" Seung Jo menjawab, "Ah maaf. Hari ini Bapaku keluar dari rumah sakit sehingga aku akan makan di rumah bersama keluarga." Tuan Yoon berkata, "Oh itu waktu yang tepat. Aku akan meminat He Ra untuk datang ke rumahmu untuk memberikan salam kepada Bapamu yang baru pulang dari rumah sakit." Seung Jo terlihat kaget mendengarnya.



He Ra datang ke rumah dan langsung memberikan salam pada Bapa Seung Jo dan Ibu Seung Jo. Ibu Seung Jo tidak suka He Ra makanya dia sengaja terus dekat-dekat dengan Ha Ni. He Ra berkata, "Sebelumnya aku sudah pernah bertemu dengan Ibu Seung Jo." Ibu Seung Jo berkomentar, "Benarkah? Sepertinya kesan pertama bertemu denganmu tidak begitu menyentuh jadi aku tidak begitu ingat. Ah kau sudah tau kan kalau Ha Ni tinggal bersama Seung Jo?" He Ra menjawab, "Ya aku tau."

Ibu Seung Jo melihat ada kue di ruang tengah dan berkata, "Ini kau yang membawa? Sayang sekali Bapa Seung Jo tidak boleh makan manis dan Seung Jo juga tidak menyukai makanan yang manis." Ha Ni tiba-tiba berkata, "Hmm itu aku yang membawanya." Ibu Ha Ni berkata, "Benarkah? Wah bagus." He Ra lalu mengeluarkan barang bawaannya yang merupakan kue beras agar semua dapat memakannya." Eun Jo berkomentar, "Wow dia sangat berbeda dari Oh Ha Ni." Ibu Seung Jo kesal dan berkata, "Huh aku lebih suka Kue yang di bawa oleh Ha Ni ini."

Bapa Seung Jo berkata, "Ah aku akan ke kamar untuk beristirahat. Kalian silahkan berbicang-bincang." Eun Jo juga berkata, "Ya aku juga akan pergi ke kamar."



Akhirnya di ruang tengah hanya ada Ha Ni, Ibu Seung Jo, He Ra dan Seung Jo. Ha Ni terlihat lemas dan He Ra terlihat senang. He Ra mengambil kue dan menyuapi ke Seung Jo, Seung Jo mengambil kue itu dan memakannya sendiri. Ibu Seung Jo berkata, "Seung Jo ini anakku tapi ya dia ini pemarah, egois, angkuh dan dia sama sekali tidak menyenangkan." He Ra berkata, "Dia tidak seperti itu. Dia menyenangkan dan bisa berkomunikasi dengan sangat baik."

Ibu Seung Jo kesal dan berkata, "Huh kau juga pasti tipe yang membosankan. Bicaramu bagus dan kau hanya membicarakan mengenai buku. Kau orang seperti itu kan?" He Ra menjawab, "Ya kau benar. Kami ini orang yang rasinal dan logis. Tapi walaupun orang-orang melihat kami seperti itu, Kami tetap merasa bahwa ini menyenangkan." Ibu Seung Jo berkata, "Dan lagi dia ini tidak pernah bersikap baik pada wanita, dia tidak pernah mengatakan hal-hal yang baik dan dia tipe orang yang mengoreksi surat cinta seseorang." He Ra berkomentar, "Benarkah? Wow aku juga melakukan hal yang sama."

Ibu Seung Jo benar-benar kehilangan akal lagi dan berkata, "Ya kalian terlihat serasi. Muskipun Seung Jo terlihat pandai tapi dia itu bodoh. Dia tidak tahu perasaannya sendiri. Jika dia menyukai seseorang maka dia akan bersikap dingin dan menyakiti orang itu. Dan bahkan dia berusaha menyingkirkan orang itu, itulah yang aku lihat. Itu artinya dia takut. Dia takut tidak bisa menyelesaikan masalah ini seperti menyelesaikan persamaan matematika. Apa kau orang yang seperti itu juga He Ra?"

Seung Jo sudah lelah mendengar semua kata-kata ibunya sehingga dia sedikit membentak "Ibu!" He Ra terdiam dan melihat Seung Jo.



Malamnya, Seung Jo bilang pada Ibunya "Kau kekanak-kanakan!" Ibu Seung Jo tentu tidak terima di sebut seperti itu. Seung Jo berkata, "Aku tidak pernah mengatakan apapun mengenai Ibu yang menyukai Ha Ni. Tapi kenapa Ibu selalu mendorongku untuk menyukainya?" Ha Ni mendengar hal itu dan merasa sedih. Ibu Seung Jo berkata, "Apa kata-kataku salah? Kau adalah putraku dan aku mengetahui dirimu tapi kau lah yang tidak mengetahui dirimu sendiri." Seung Jo kesal dan berkata, "Biarkan aku lakukan apa yang aku inginkan! Karirku dan kehidupan cintaku, aku mohon kau jangan ikut campur lagi."

Ibu Seung Jo berkata, "Ikut campur? Aku selalu menghargai keputusanmu. Tapi apa ini? Kau bahkan tau perasaan Ha Ni tapi kenapa kau masih membawa perempuan itu kemari? Ini adalah masalah sopan santun! Apa kau tidak memiliki sopan santun hah?" Ha Ni mendengar hal itu dan berkata, "Ibu.. Aku baik-baik saja." Bapa Seung Jo mendengar hal ini juga dan marah pada Seung jo. Seung Jo berkata, "Baiklah jika ibu menghormati keputusanku maka tolong lakukan hal ini pada keputusanku sekarang ini." Seung Jo langsung pergi menuju kamarnya.



Eun Jo sedang belajar di ruang belajar dan dia mendengar obrolan ibunya dan bapanya, "Aku yakin bahwa Seung Jo pasti menyukai Ha Ni. Karena dia anakku maka aku yakin dia akan menyukainya." Bapa Seung Jo berkomentar, "Tapi kau tidak boleh memaksakan keinginanmu ini pada anakmu." Ibu Seung jo bertanya, "Tapi bukankah mereka berdua sangat serasi? Mereka itu saling mengisi dan melengkapi. Bukankah begitu?" Bapa Seung Jo menjawab, "Ya itu juga hal yang aku lihat tapi sepertinya Seung Jo tidak seperti itu." Ibu Seung Jo sedih dan berkata, "Apa yang ahrus aku lakukan? AKu merasa melakukan hal yang buruk pada Seung Jo dan Ha Ni."

Eun Jo tiba-tiba menghampiri Ibu dan Bapanya lalu berkata, "Dia menyukainya. Dia menyukai Oh Ha Ni. Jadi Ibu tidak perlu sedih." Ibu Seung Jo kaget mendnegar itu dan berkata, "Eun Jo, apa yang kau katakan?" Eun Jo langsung berlari pergi ke kamar Seung Jo.



Eun Jo masuk ke kamar Eun Jo dan bertanya, "Kak... Apa kau akan menikah dengan He Ra?" Seung Jo balik bertanya, "Bukankah dia cantik? Kau tentu senang memiliki kaka ipar yang cantik." Eun Jo bertanya, "Kau suka yang seperti dia?" Seung Jo menjawab, "Hmm jika tidak seperti itu apakah akan tetap terjadi?" Eun Jo berkata, "Tapi kau kan menyukai..." Seung Jo menjawab, "Dia sangat baik. Dia pintar, dan juga bermian tennis dengan baik. Jika kau bertemu dengannya beberapa kali maka kau akan menyukainya."

Seung Jo terdiam sesaat untuk merenung dan melihat pekerjaannya. Eun Jo melihat Kakaknya itu dan berkomentar pelan, "Pembohong!"



Flashback saat Ha Ni dan Eun Jo pergi ke sebuah tempat dimana Seung Jo menjadi pemandu wisata. Eun Jo sedang mencari serangga dan dia melihat Ha Ni yang sedang tertidur di kursi. Eun Jo melihat ada serangga di tangan Ha Ni dan ingin menangkapnya sehingga dia berjalan pelan-pelan ke arah Ha Ni tapi ternyata ada yang datang yaitu Seung Jo. Akhirnya Eun Jo pun bersembunyi di dekat pohon dan melihat Seung Jo duduk di samping Ha Ni yang tertidur.

Seung Jo terlihat tersenyum dan mencium Ha Ni. Eun Jo sangat kaget melihat hal itu. Seung Jo selesai mencium Ha Ni yang masih tertidur dan ya dia melihat Eun Jo. Seung Jo hanya berkata pelan "Sut!" Eun Jo mengangguk mengerti lalu bersembunyi dan Seung Jo pergi.

Eun Jo sedang di balkon dan dia berkata, "Kakak mencium Oh Ha Ni. Tapi aku tidak bisa memberi tahukan hal ini pada Ibu. Walaupun Kakak mengatakan tidak menyukai Ha Ni tapi aku yakin bahwa dia menyukai Oh Ha Ni."



Tuan Yoon berkata, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" He Ra menjawab, "Hmm tidak. Tidak ada yang terjadi. Aku hanya bermain datang kemari." Tuan Yoon berkata, "Apa itu Yoon He Ra si jenius? Apa aku harus menaruh kecepatan dalam hal ini hah?" HHe Ra tidak mengerti dan bertanya, "Kecepatan? Apa maksud Kakek?" Tuan Yoon menjawab, "Kita ini pisaunya dan dia adalah yang berusaha, bukan kita." He Ra berkata, "Tidak perlu. Jika kau melakukan itu maka itu akan melukai harga diriku. Jika aku mendapatkan kesulitan maka aku akan meminta bantuanmu Kakek."



Ibu Seung Jo ingin mengetahui apa maksud ucapan Eun Jo semalam sehingga dia sengaja membuat puding kesukaan Eun Jo untuk membuat Eun Jo mengatakan sebuah rahasia. Ibu Seung Jo menyuapi Eun Jo puding dan bertanya, "Eun Jo... Apa maksud ucapanmu bahwa Kakak-mu itu menyukai Ha Ni?" Eun Jo kaget dan berkata, "Aku tidak akan memakan puding itu lagi." Eun Jo langsung berlari dan Ibu Seung Jo mengejarnya.



Ha Ni dan Papah sedang di balkon dan menatap langit malam. Ha Ni bertanya, "Papah, apa pendapatmu jika aku berpacaran dengan Joon Gu?" Papah balik bertanya, "Kenapa? Apa ada sesuatu?" Ha Ni menjawab, "Hmm tidak.Aku kan hanya bertanya bagaimana jika seandainya aku berpacaran dengan Joon Gu." Papah berkomentar, "Hmm aku tidak begitu menyukainya karena dia kasar tapi dia itu benar-benar laki-laki karena jika dia memasak maka dia akan benar-benar fokus. Sebagai koki aku pikir dia itu hebat. Dan dia selalu memikirkanmu lebih dari apapun Ha Ni. Dia juga selalu menjagamu jadi tidak ada yang tidak aku sukai dari dia." Ha Ni hanya berkomentar, "Benarkah?"

Papah lalu bertanya, "Apa Seung Jo akan segera menikah?" Ha Ni menjawab, "Hmm ya." Papah kembali bertanya, "Apa dengan wanita yang waktu itu datang ke Restaurant? Sepertinya aku mengambil keputusan yang tidak bijaksana. Seharusnya kita tidak kembali kemari, walaupun mereka terus membujuk. Kau tau? Jika kita tetap disini maka akan terasa aneh. Ini akan membuat ketidaknyamanan. Seung Jo... Huh Oh Ha Ni adalah perempuan yang baik. Hal ini membuatku banyak berfikir."



Ha Ni sedang duduk di taman dan dia mendapatkan telfon dari Joon Gu. Joon Gu meminta Ha Ni untuk datang ke Restaurant karena dia ingin meminta Ha Ni mencicipi masakannya dan jika masakan itu enak maka Joon Gu akan meminta Papah Ha Ni mencicipinya juga.



Kyung Soo sedang melatih para anggota klub dan Seung Jo datang menghampirinya. Kyung Soo berkata, "Wow kau datang Seung Jo? sejak kau tidak datang ke klub maka anggota klub wanita pun pergi. Lihatlah hanya ada anggota pria. Karena kau sudah datang bagaimana jika kita bermain sebentar?" Seung Jo menjawab, "Maaf aku datang kemari untuk membersihkan lokerku karena tidak akan datang kemari untuk beberapa lama."

Seung Jo melihat ke sekeliling lapangan Tennis dan bertanya, "Hmm aku tidak melihat pengambil bola. Kemana dia?" Kyung Soo menjawab, "Apa Ha Ni maksudmu? Dia sudah beberapa hari tidak datang karena sibuk berkencan dengan pria yang bekerja di Restaurant milik Papahnya." Seung Jo langsung berjalan pergi.



Min Ah menunjukan lapangan tennis Universitas kepada Joo Ri. Joo Ri bertanya, "Jadi ini lapangan tennis dimana selama ini Ha Ni selalu di abaikan dan menderita?" Min Ah menjawab, "Ya kau benar."

Seung Jo berjalan di depan Min Ah dan Joo Ri, lalu Joo Ri bertanya, "Baek Seung Jo sedang apa kau disini?" Seung Jo balik bertanya, "Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu?" Min Ah berkata, "Hmm dia benar." Joo Ri lalu bertanya, "Hmm bukankah kau akan menikah dengan Yoon He Ra?" Seung Jo mengabaikan pertanyaan itu dan berjalan pergi.

Min Ah dan Joo Ri mengikuti Seung Jo dari belakang dan sengaja berbicara dengan suara yang besar. Joo Ri berkata, "Hey kau tau? Joon Gu itu laki-laki yang sangat baik bahkan selalu memberikan makanan enak pada Ha Ni." Min Ah menjawab, "Ya aku tahu hal itu. Siapa yang menyangka bahwa dia sudah melamar Ha Ni ." Seung Jo tiba-tiba berhenti berjalan. Joo Ri berkata, "Wow bukankah hari ini Ha Ni akan menjawab lamaran Joon Gu?" Min Ah berkata, "Ya benar karena itu Ha Ni berdandan dengan sangat cantik hari ini." Joo Ri membalas berkata, "Ya benar. Jangan-jangan Ha Ni yang akan menikah duluan." Min Ah dan Joo Ri langsung pergi setelah berkata seperti itu dan Seung Jo teridam.



Ha Ni datang ke Restaurant dan mencicipi masakan Joon Gu dan berkomentar, "Aku sangat kenyang. Bilanglah pada Papah bahwa masakanmu ini pasti akan membawa keberuntungan untuk Restaurant. Joon Gu kau sangat hebat dan sepertinya kemampuanmu ini lebih hebat dari Papahku." Joon Gu berkata, "Banyak hal yang harus aku pelajari agar menjadi koki. Tapi ya pujianmu itu memberikan semangat padaku."

Ha Ni menatap hujan deras di luar Restaurant dan Joon Gu berkata, "Ha Ni... mengenai yang aku katakan padamu beberapa hari lalu itu.... Apa kau sudah memikirkannya? Apa kau tidak bisa? Hmm aku membicarakan mengenai Seung Jo. Dia sudah pergi ke perjodohan dan akan segere menikah, Apa kau masih tetap memikirkannya? Ha Ni... Dia itu laki-laki dingin, apa kau begitu menyukainya? Aku pernah bilang padamu bahwa aku ini rumahmu yang akan selalu menerimamu kapan saja. Tapi jika kau membiarkan rumah ini kosong maka kau tidak bisa menggunakannya lagi."

Ha Ni berkata, "Aku...." Terdengar ada suara petir dan itu membuat Ha Ni takut sehingga dia hampir jatuh menimpa Joon Gu. Joon Gu memegang lengan Ha Ni dan berkata, "Ha Ni aku benar-benar menyukaimu." Joon Gu memaksa ingin mencium Ha Ni namun Ha Ni terus memberontak dan berkata, "Jangan seperti ini Joon Gu!" Joon Gu berkata, "Aku tebak... Aku tidak ada kesempatan." Ha Ni merasa bersalah dan berkata, "Maafkan aku Joon Gu." Ha Ni langsung berlari keluar dari Restaurant.



Ha Ni turun dari bis dan berteduh di sebuah tempat karena hujan sedang turun. Ha Ni berkata, "Aku benar-benar tidak baik pada Joon Gu. Setelah selama ini memberikan harapan padanya akhirnya dia kini merasakan sakit hati. Apakah aku melakukan ini semua? Apakah karena itu bukan Seung Jo maka aku menolaknya?"

Ha Ni berjalan walaupun sedang hujan dan dia bertemu dengan Seung Jo yang sedang duduk di halte. Ha Ni bertanya, "Apa yang kau lakukan disini?" Seung Jo menjawab, "Apa maksudmu? Apa ini tidak nyata? Tidak mungkin kau membawa payung." Ha Ni bertanya, "Apa kau menungguku?" Seung Jo tidak menjawabnya dan langsung membuka payung yang dia bawa. Seung Jo terus diam hingga akhirnya Ha Ni berjalan ke sisinya dan berjalan bersama-sama.



Seung Jo bertanya, "Apa kau habis bertemu dengan laki-laki itu? Lalu apa jawaban yang kau berikan padanya? Aku dengar dia melamarmu." Ha Ni balik bertanya, "Apa aku tidak bisa melakukannya?" Seung Jo kembali bertanya, "Itu sebabnya kenapa aku bertanya padamu, Jawaban apa yang kau berikan pada dia?" Ha Ni menjawab, "Apa jawaban yang aku berikan itu bukan urusanmu." Seung Jo berkata, "Hmm benar."

Ha Ni lalu berkata, "Aku akan segera pindah dai rumahmu. Aku sudah mengatakan hal ini pada Papah. dan aku akan pergi dai hidupmu..." Seung Jo langsung berjalan dengan cepat dan meninggalkan Ha Ni. Ha Ni mengejar Seung Jo dan berkata, "Sangat melegakan karena Joon Gu bekerja keras dan Papahku menyukainya. Sekarang seharusnya aku membantu dia dan Papah di Restaurant."

Seung Jo tiba-tiba berhenti berjalan dan bertanya, "Apa kau menyukainya? Bong Joon Gu?" Ha Ni menjawab, "Hmm tentu saja. selama 4 tahun dia menyukaiku." Seung Jo kembali bertanya, "Lalu jika ada seseorang yang mengatakan menyukaimu, maka kau juga akan menyukainya?" Ha Ni menjawab, "Hmm kenapa? Apa aku tidak boleh melakukannya? Aku lelah selalu menyukai seseorang, Aku ingin melihat laki-laki yang menyukaiku, aku suka Bong Joon Gu."



Seung Jo berkata, "Kamu menyukaiku! Kamu tidak akan bisa menyukai orang lain!" Ha Ni berkomentar, "Apa itu? Kau terlalu percaya diri!" Seung Jo bertanya, "Apa aku salah?" Ha Ni menjawab, "Tidak. Kau memang benar! Aku hanya menyukaimu, jadi apa yang harus aku lakukan hah? Kau bahkan tidak pernah melihatku! Seseorang sepertiku...."

Seung Jo tiba-tiba menjatuhkan payungnya dan memegang wajah Ha Ni lalu langsung mencium Ha Ni. Ha Ni jelas sangat kaget.

Seung Jo : "Jangan katakan bahwa kau menyukai laki-laki lain!"
Ha Ni : "Ini kedua kalinya..."
Seung Jo : "Kedua kalinya apa?"
Ha Ni : "Kau menciumku."
Seung jo : "Ini yang ketiga. Baiklah aku tidak akan menghitungnya kembali."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"...감사합니다 gamsahabnida..."


"Kalo Tulisannya tidak terbaca/kelihatan, di sorot aja ya!!!"

Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon



Gratisan Musik